Waiting outside the lines
Sambil dengerin lagunya greyson chance yang waiting out side the lines pasti tambah deh feelnya ;)
----
Kata-kata itu terngiang terus menerus dikepalaku. Mengapa, mengapa aku tak bisa sebaik dulu, mengapa aku berubah menjadi seseorang yang buruk mengapa. Lebih tepatnya bukan mengapa aku yang berubah, namun mengapa hidupku berubah. Menjadi sebuah tempat yang hitam dan kelam, menjadi sebuah tempat penuh dengan darah, kesakitan dan jeritan mengapa. Kalau ada yang bisa menjelaskannya kepadaku, tolong jelaskan lah, jelaskanlah! Aku bukannya tidak berterima kasih, bukan juga ingin mengomentari hidupku yang tidak terpenuhi oleh kebaikan lagi, aku hanya ingin mencari jalan benar, hanya itu, sebuah jalan lurus dimanaku bisa menjadi diriku, bukan menjadi seorang yang selalu menyalahkan keadaan, bukan seorang yang seperti itu. Tuhan! Tolong aku, mungkin kau bosan mendengarnya, bosan mendengar aku selalu mengeluh akan keadaanku, walaupun ku tau bahwa banyak yang lebih membutuhkanmu dari padaku, aku tau itu, namun sekali ini saja, dengarkan aku, dengarkan kisahku, yang mungkin tidak akan pernah kau mendekatinya, atau sekedar melihat kertas hitam dengan penuh darah ini. Jujur, aku lelah, aku lelah akan semuanya lelah akan air mata yang ku keluarkan, lelah akan teriakan yang aku paksakan, lelah akan senyum yang terpaksa, akan raut wajah yang senang, lelah akan topeng ini. Air mataku telah beku, tak bisa keluar karna terlalu sering aku memaksanya, suaraku telah habis, telah ku buang sia-sia, senyumku sudah lenyap, sudah tertutupi oleh beribu kata-kata yang mampu membuatku jatuh, raut wajahku juga sudah berubah menjadi sebuah raut wajah yang semu, yang terlihat seperti seorang yang ingin ajal menjeputnya. Tuhan, adakah sesorang yang bisa membantuku, bisakah kau memberikan seorang malaikat yang dapat menanganiku, dapat mengusap setiap tetes air mataku, membuat aku belajar kembali berbicara dengan lembut, membuat senyumku tulus dari hati, dapat membuka semua topengku, tolong. Aku takut, aku takut bila aku terus melanjutkan ini semua aku menjadi seorang yang memperanguhi orang lain untuk mengikuti jejakku ini, mengikuti jejak hitam penuh darah.Aku tak mau lagi diserang oleh kata-kata yang tajam ini, aku tak mau. Tuhan, bisakah kau mengangkatku bersamamu, melihat orang-orang yang ku sayang sekali lagi saja, lalu ambil aku, dan biarkan mereka tersenyum tanpaku, aku tau aku bukanlah seseorang yang spesial bagi mereka, namun mereka sangatlah berharga bagiku, malah kalau aku bisa memilih aku tak ingin mengenal mereka, mereka terlalu hebat untukku, aku tak pantas bersama mereka. Tuhan aku meminta untuk terakhir kali, bahagiakan mereka dan biarkan aku terpuruk, buatlah mereka melupakan aku.
--
Aku masih mencoba bertahan di tengah hujan ini memutuskan untuk merasakan dinginnya air hujan.
“hujan peluk aku, aku ingin bersamamu” tak perduli orang-orang melihatku, satu yang ku tunggu untuk melihat pelangi dan pergi bersamanya, melewati 7 lapisan langit dengan senyum yang tulus dari hatiku, tolong bawa aku bersamamu.
“tin tinnnn” sebuah klakson nyaring terdengar di kupingku, aku terlempar jauh dan merasakan tubuhku melayang, terima kasih tuhan, untuk semua kisah ini, semua yang pernah ku alami.
-tsamaranadira-
aauuu sebenernya ini cuman 2 lembar cerita yang menjadi inti disemua cerpen yang bakalan aku post, ya gituuu.. yang tadi baca nangis kita samaan dong, aku bikinnya sambil nangis sampe ada yang kena laptop hehe, yang ngga, bertahan ya ;)
Selasa, 20 Maret 2012
Sabtu, 10 Maret 2012
cyberbully
heyyoo guyss!!!! kykynya the story of our lifenya bakalan ngaret setaun deh.. penulisnya ngga pnya ideeee
but whatever.. lanjut ajaaa
__
kaya yang bisa diliat di judulnya: CyberBully
perlu dijelasin? okk
cyberbully adalah sebuah tindakan membully lewat internet.. dengan jaman modern ini, bisa dipastikan semua anak pernah main internet.. contohnya ini, lagi pada buka internet kann =P, dan kadang internet digunakan sebagai tindakan yang salah oleh beberapa remaja.
Emang bener kata @ashillazhrtiara "dunia maya lebih menyakitkan dari dunia asli" karna didunia maya, kita ngga akan deg-degan pas ngejekin orang, karna sebagian besar orang pasti ngga ngerasa itu mereka walaupun iitu mereka.
Tapi bully ya tetep bully, pasti ada beberapa pihak yang sakit hati , apa lagi si korban. jujur penulis ini juga pernah di cyberbully, tapi akhirnya baikan jugaa ;] yang lebih parah temennya penulis.. dibully tanpa alasan yang jelas, pake kata-kata kasar lagi..Walaupun si korban masih mau idup. karna kenyataannya ada beberapa orang yang korban cyberbully mau bunuh diri.
Kalo masih belom jelas mendingan nonton film cyberbully deh di youtube.. filmnya bagus banget =]
byeeeeeeee
=]
but whatever.. lanjut ajaaa
__
kaya yang bisa diliat di judulnya: CyberBully
perlu dijelasin? okk
cyberbully adalah sebuah tindakan membully lewat internet.. dengan jaman modern ini, bisa dipastikan semua anak pernah main internet.. contohnya ini, lagi pada buka internet kann =P, dan kadang internet digunakan sebagai tindakan yang salah oleh beberapa remaja.
Emang bener kata @ashillazhrtiara "dunia maya lebih menyakitkan dari dunia asli" karna didunia maya, kita ngga akan deg-degan pas ngejekin orang, karna sebagian besar orang pasti ngga ngerasa itu mereka walaupun iitu mereka.
Tapi bully ya tetep bully, pasti ada beberapa pihak yang sakit hati , apa lagi si korban. jujur penulis ini juga pernah di cyberbully, tapi akhirnya baikan jugaa ;] yang lebih parah temennya penulis.. dibully tanpa alasan yang jelas, pake kata-kata kasar lagi..Walaupun si korban masih mau idup. karna kenyataannya ada beberapa orang yang korban cyberbully mau bunuh diri.
Kalo masih belom jelas mendingan nonton film cyberbully deh di youtube.. filmnya bagus banget =]
byeeeeeeee
=]
Kamis, 26 Januari 2012
The story of my life part 2
hey guys :D tadinya mo pindah ke chocotella, tapi internetnya lemot. Ini aja pake wifi sekolahhh
___
The story of my life =)
Shilla menaiki motor cakka, Cakka memakai helm nya. Mereka segera melaju kea rah bimbel mereka yang tidak jauh dari sekolah.saat sampai di bimbel, shilla merasa ada sesuatu yang berbeda dari cakka.
“Ka, lu ngga papa?” Tanya shilla lembut.
“Emang kenapa shil?” Cakka bingung sendiri menatap sahabatnya itu.
“Muka lu pucet ngga kaya biasanya, abis itu lu juga panas cakkakuuu” kata shilla dengan gemas.
“Tapi gue ngga papa kok” kata Cakka dengan senyumannya. Shilla hanya tersenyum pasrah.
“Tapi, tapi ,tapi” Shilla menahan laju cakka.
“Apaaa?”
“Lu harus duduk sama gue nanti, pokoknya ngga boleh jauh-jauh dari gue” kata shilla, walaupun Ia tomboy, ia masih punya kelembutan seorang perempuan.
“iya deh, dasar shillong, ternyata masih peduli lo ama gue” kata cakka dengan menyubit pipi shilla.
“Ihh cakkaa” mereka berlari kekelas bimbel mereka.
-kelas bimbel-
“Siang semuaa” cakka meletakkan tasnya di meja tengah.. Memang sudah ada beberapa murid yang datang.
“ka, sekarang udah sore bukan siang lagi” kata seorang gadis manis
“haha, iya-iyaa sorry gue salah ngomong, eh kita hari ini belajar apa ik?” Tanya Cakka kembali pada sang gadis tadi.
“IPA, eh shill ngga mau duduk sini?” kata oik saat melihat shilla duduk rapih disamping Cakka.
“Kagak, gue harus jagain ni pangeran satu yang lagi sakit” kata shilla dengan memasang muka jengkelnya.
“haha. Sabar ya shill” kata oik dengan tertawa keci;. Cakka hanya menatap 2gadis itu aneh XD.
Tiba-tiba seorang guru masuk. Cakka-Shilla-oik langsung menatap kedepan. Selama pelajaran Shilla menatap Cakka dengan kekhawatiran yang tinggi (apadeh penulisnya deh ) Cakka terus menerus tertidur, namun badannya sangat lemas dan suhunya juga bertambah panas. Saat guru keluar sebentar shilla berani membangunkan cakka untuk sejenak.
“Cakka,” Kata shilla lembut. Cakka terbangun, namun mukanya jadi bertambah merah, dan malah ia menjadi batuk-batuk sendiri, Shilla jadi tambah khawatir, ditambah dengan ruangan berAC ini, cakka menjadi kedinginan. Shilla lalu mengambil cardigan kecilnya, ia tau itu memang tidak muat di cakka, ia hanya meletakkan itu di punggung Cakka. Setelah bimbel selesai, suara cakka jadi melemah, shilla bingung apa yang harus dilakukannya karna kalau cakka pergi kerumahnya sendiri, tidak akan ada yang mengurusinya, Cakka adalah anak tunggal, ayah dan ibunya telah bercerai, cakka tinggal bersama ayahnya dan ayahnya sedang bekerja di Amerika.
“Cakka! Gue suruh yang lain nginep dirumah lo ya… lu lemes banget soalnya, abis itu pulangnya naik mobil gue, biar gue suruh supir gue aja yang bawa motor lo” kata Shilla
“Tapi shill…” kata-kata Cakka terputus
“Ngga ada tapi-tapian” Shilla mengambil BBnya lalu menelfon sahabat-sahabat lainnya. Semua sahabatnya mempunyai keluarga yang sibuk, menjadikan mereka tinggal sendirian/ bersama adik mereka saja. Shilla membawa mobil BMWnya dan pergi ke rumah Cakka.
Saat sampai dirumah Cakka sudah ada 3 pemuda yang menunggu, melihat keadaan sahabatnya yang sangat menghawatirkan. Terlihat juga disana, ada ozy (adik rio) dan Acha (adik Alvin) yang datang.
“gini-gini, mendingan kita semua nginep dirumah Cakka deh, biar barang-barangnya gue sama Gabriel yang ambil ok?” kata Shilla setelah ‘memberikan’ Cakka kepada Alvin dan Rio. Semuanya mengangguk, Shilla dan Gabriel terus melaju kearah rumah masing-masing temannya. Setelah mengambil kebutuhan teman-temannya shilla dan Gabriel memutuskan untuk membeli obat dan kebutuhan makanan di sebuah supermarket. Gabriel yang menunggu dimobil terganggu konsentrasinya, Ia mengetahui mengapa Cakka sakit saat ini, namun ia tak berani memberi tahu siapa-siapa bahkan cakkanya sendiri. Keluarga Gabriel sangat dekat dengan keluarga Cakka, namun dahulu Gabriel sempat pindah ke Batam, menjadikan Cakka lupa akan Gabriel. Shilla masuk kedalam mobil dengan membawa beberapa tentengan.
“Leukimia” kata Gabriel kencang.
“Leukimia?”Shilla menatap lelaki itu aneh.
“Cakka punya penyakit itu waktu kecil.” Gabriel menyalakan mobilnya. Shilla mendekat inggin tau
“Dulu, gue ama cakka tuh deket banget, cakka pernah kena leukemia, sejak itu dia jarang main sepeda, main basket bahkan lari keliing komplek aja ngga pernah, Gue pindah keBatam karna urusan penting yang gue juga ngga tau apaan (?), setau gue mamanya Cakka bawa Cakka ke Spore buat oprasi penyembuhan, waktu itu dia masih 8 tahun, tapi oprasi itu ada akibatnya, akibatnya Cakka bakalan lupa setengah ingatannya, dan penyakit itu ngga akan ilang, cuman akan bertahan diem ngga bereaksi ditubuh cakka selama 6 tahun.” Gabriel menarik nafas sejenak.
“Dan dari saat itu, gue balik ke Jakarta Cakka udah lupa sama gue, untung gue masih bisa satu sekolah sama dia”: Gabriel menjalankan mobilnya ke rumah Cakka. Shilla masih terbingung
“Cakka tau ngga?” Tanya shilla walaupun itu sangat konyol
“Ngga, waktu ke spore mamanya bilangnya cakka punya penyait panas biasa, dan pas oprasi kan dia di bius lah lo tau” Gabriel tersenyum masam.
“Sabar yel” Shilla sangat mengerti keadaan sahabatnya itu.
-Rumah Cakka-
Alvin menunggu kedua sahabatnya itu, setelah melihat mobil Gabriel, Alvin membukakan gerbang.
“Vin, bantuin bawa barangnya dong” Shilla keluar dengan belanjaannya
“oiya, itu tu didalem pada kelaperan bikin apa gitu shill” kata Alvin dengan membawa tas-tas.
“enaknya bikin nasi goreng apa fussilli?” Shilla menatap keduanya.
“Fusilli” kata iel dan Alvin berbarengan.. Shilla memasuki rumah Cakka dengan semangat, melihat ketiga kedua temannya dan kedua “adiknya” yang tercinta.
Shilla memasak dengan sangat lincah, setelah selesai ia membagi makanannya itu ke 7 piring, lalu meletakkan makanannya itu di atas meja makan Cakka yang bisa memuat 8 orang. Shilla lalu membuat teh untuk masing-masing orang.
“Yang laper-yang laper” Shilla berteriak sedikit, lalu satu demi satu duduk di kursi. Shilla sendiri memakan makanannya. Shilla dan Acha membereskan sisa-sisanya. Kamar Cakka hanya sebuah kamar biasa namun terdapat beberapa kasur tambahan jadilah yang cowo tidur disana, sedangkan shillla dan Acha tidur di kamar samping kamar cakka.
-keesokan harinya-
Shilla (yang seorang wakil ketua OSIS) mendapatkan kabar dari Ketua OSIS bahwa hari ini sekolah libur karna ada masalah, beberapa anggota OSIS harus kesekolah ya hanya sebentar hanya 45 menit untuk berdiskusi tentang masalah itu. Shilla langsung mandi tanpa membangunkan siapapun. Shilla langsung memamakai baju kaos, legging, dan memakai cardigan. Karena kalau rapat seperti ini pukul 6 sudah mulai, dan sekarang masih jam setengah 6. Shilla turun kebawah dan melihat Alvin sudah bangun.
“Lah shill, kok udah mandi pake baju bebas lagi” kata Alvin bingung.
“Hari ini sekolah libur katanya ada masalah, oiya, lu OSIS juga kan? Sana lu cepet-cepet beres-beres kita harus kesekolah jam 6 seengaknya udah nyampe, biar gue masak dulu” kata Shilla panjang lebar.. Ia langsung membuat nasi goreng dan meletakkannya di atas meja, lalu meletakkan air putih dan susu. Shilla lalu memasukkan makanan untuk dirinya dan Alvin di lunchbox. Alvin turun, sempurna semuanya telah selesai, shilla mengambil tasnya memasukkan makanannnya lalu mengambil laptop dan mengambil kertas menulis bahwa ia dan Alvin harus pergi kesekolah karna ada masalah dan sekolah libur, lalu ia meletakkannya di meja.
Dengan kecepatan tinggi Alvin membawa motornya….
Setelah setengah jam disekolah akhirnya pertemuan itu selesai.
"Alvin.. ke teensworldmaga yuuu…" Shillla menghampiri sahabatnya.
"Bole-bole, lu bawa laptop kan?' Alvin langsung menstarter motornya"
"bawaa.. udeh tenang aje"
"yaudah sono naik" kata Alvin yang sudah duduk dimotor cagiva miliknya.
Teensworldmaga tempat produksinya ada di sekitar pondok Indah, dan memerlukan sekitar 30 menit dari sekolah mereka. Setelah sampai di tempat produksi Shilla termenung.
"Vin, gue minta persetujuan lo dulu nih, gue masuk ngga nih" tanya shillla
"Masuk lah, ayo shilla ayo shilla" kata Alvin sambil menyemangati shilla.
"Thanks vin" Shilla memasuki gedung itu.
"Misi mba," kata shilla lembut ke seorang resepsionis.
"iya, mo bertemu siapa?"
"bu winda bisa?" kata shilla tersenyum
"sebentar ya" sang reseptionis mengambil telefon dan berbicara sebentar.
"permisi, nama anda siapa ya?" tanya sang reseptionis sopan.
"Ashilla" kata Shilla.
"anda sudah ditunggu, silahkan ke lantai 9, office blue" kata receptionis,
Shilla mengangguk pelan lulu berjalan ke lift, setelah mask lift ia menekan tombol 9, shilla mencoba untuk santai sedikit. lift telah berhenti di lantai 9 shilla langsung mencari ruang 'blue'. setelah mencari ia menemukan sebuah ruangan yang bernuansa biru.
"permisi" shilla mengetuk pintu ruangan itu.
"silahkan masuk" shilla langsung membuka pintu, ia melihat seorang wanita cantik.
"bu winda?" shilla tercengang.
"panggil kak winda saja, saya masih 20 tahun, kamu pasti ashilla kan? blogger itu" kata wanita itu
"iya kak, jadi saya menerima tawaran kaka, apa yang harus saya lakukan kak?"
"kamu hanya perlu menulis tentang sebuah artikel tentang tema yang sudah didiskusikan, lalu send itu ke email saya, hanya itu. kamu tak perlu datang kesini, hanya memberi lewat email saja."
"ooo… kalau gitu kapan saya bisa mulai menulis?"
"untuk edisi bulan depan, temanya jepang, kamu menulis artikel tentang baju tradisional, anime dan sekolahnya."
"kapan paling lambat saya kirim?"
"tanggal 28 ini"
"terimakasih oak," shill berdiri
"tunggu, ini kartumu jadi kalo mau masuk tinggal tunjukin ini" kata kak winda dengan memberikan sebuah kartu berwarna biru.
"makasih kak," shilla langsung keluar dari ruangan itu dan pulang bersama alvin...
_____
bersambung~
sory banget lamaa internet baru nyala hehe… nah untuk membaya kesalahan aku ini, aku bakal post sekitar 2 cerita yang udh aku buat dari sebelum the story of my life dibuat soo….. just wait :D
maaf kalo ada salah kata, ngga nyambung atau jelek
-tsamaranadira-
___
The story of my life =)
Shilla menaiki motor cakka, Cakka memakai helm nya. Mereka segera melaju kea rah bimbel mereka yang tidak jauh dari sekolah.saat sampai di bimbel, shilla merasa ada sesuatu yang berbeda dari cakka.
“Ka, lu ngga papa?” Tanya shilla lembut.
“Emang kenapa shil?” Cakka bingung sendiri menatap sahabatnya itu.
“Muka lu pucet ngga kaya biasanya, abis itu lu juga panas cakkakuuu” kata shilla dengan gemas.
“Tapi gue ngga papa kok” kata Cakka dengan senyumannya. Shilla hanya tersenyum pasrah.
“Tapi, tapi ,tapi” Shilla menahan laju cakka.
“Apaaa?”
“Lu harus duduk sama gue nanti, pokoknya ngga boleh jauh-jauh dari gue” kata shilla, walaupun Ia tomboy, ia masih punya kelembutan seorang perempuan.
“iya deh, dasar shillong, ternyata masih peduli lo ama gue” kata cakka dengan menyubit pipi shilla.
“Ihh cakkaa” mereka berlari kekelas bimbel mereka.
-kelas bimbel-
“Siang semuaa” cakka meletakkan tasnya di meja tengah.. Memang sudah ada beberapa murid yang datang.
“ka, sekarang udah sore bukan siang lagi” kata seorang gadis manis
“haha, iya-iyaa sorry gue salah ngomong, eh kita hari ini belajar apa ik?” Tanya Cakka kembali pada sang gadis tadi.
“IPA, eh shill ngga mau duduk sini?” kata oik saat melihat shilla duduk rapih disamping Cakka.
“Kagak, gue harus jagain ni pangeran satu yang lagi sakit” kata shilla dengan memasang muka jengkelnya.
“haha. Sabar ya shill” kata oik dengan tertawa keci;. Cakka hanya menatap 2gadis itu aneh XD.
Tiba-tiba seorang guru masuk. Cakka-Shilla-oik langsung menatap kedepan. Selama pelajaran Shilla menatap Cakka dengan kekhawatiran yang tinggi (apadeh penulisnya deh ) Cakka terus menerus tertidur, namun badannya sangat lemas dan suhunya juga bertambah panas. Saat guru keluar sebentar shilla berani membangunkan cakka untuk sejenak.
“Cakka,” Kata shilla lembut. Cakka terbangun, namun mukanya jadi bertambah merah, dan malah ia menjadi batuk-batuk sendiri, Shilla jadi tambah khawatir, ditambah dengan ruangan berAC ini, cakka menjadi kedinginan. Shilla lalu mengambil cardigan kecilnya, ia tau itu memang tidak muat di cakka, ia hanya meletakkan itu di punggung Cakka. Setelah bimbel selesai, suara cakka jadi melemah, shilla bingung apa yang harus dilakukannya karna kalau cakka pergi kerumahnya sendiri, tidak akan ada yang mengurusinya, Cakka adalah anak tunggal, ayah dan ibunya telah bercerai, cakka tinggal bersama ayahnya dan ayahnya sedang bekerja di Amerika.
“Cakka! Gue suruh yang lain nginep dirumah lo ya… lu lemes banget soalnya, abis itu pulangnya naik mobil gue, biar gue suruh supir gue aja yang bawa motor lo” kata Shilla
“Tapi shill…” kata-kata Cakka terputus
“Ngga ada tapi-tapian” Shilla mengambil BBnya lalu menelfon sahabat-sahabat lainnya. Semua sahabatnya mempunyai keluarga yang sibuk, menjadikan mereka tinggal sendirian/ bersama adik mereka saja. Shilla membawa mobil BMWnya dan pergi ke rumah Cakka.
Saat sampai dirumah Cakka sudah ada 3 pemuda yang menunggu, melihat keadaan sahabatnya yang sangat menghawatirkan. Terlihat juga disana, ada ozy (adik rio) dan Acha (adik Alvin) yang datang.
“gini-gini, mendingan kita semua nginep dirumah Cakka deh, biar barang-barangnya gue sama Gabriel yang ambil ok?” kata Shilla setelah ‘memberikan’ Cakka kepada Alvin dan Rio. Semuanya mengangguk, Shilla dan Gabriel terus melaju kearah rumah masing-masing temannya. Setelah mengambil kebutuhan teman-temannya shilla dan Gabriel memutuskan untuk membeli obat dan kebutuhan makanan di sebuah supermarket. Gabriel yang menunggu dimobil terganggu konsentrasinya, Ia mengetahui mengapa Cakka sakit saat ini, namun ia tak berani memberi tahu siapa-siapa bahkan cakkanya sendiri. Keluarga Gabriel sangat dekat dengan keluarga Cakka, namun dahulu Gabriel sempat pindah ke Batam, menjadikan Cakka lupa akan Gabriel. Shilla masuk kedalam mobil dengan membawa beberapa tentengan.
“Leukimia” kata Gabriel kencang.
“Leukimia?”Shilla menatap lelaki itu aneh.
“Cakka punya penyakit itu waktu kecil.” Gabriel menyalakan mobilnya. Shilla mendekat inggin tau
“Dulu, gue ama cakka tuh deket banget, cakka pernah kena leukemia, sejak itu dia jarang main sepeda, main basket bahkan lari keliing komplek aja ngga pernah, Gue pindah keBatam karna urusan penting yang gue juga ngga tau apaan (?), setau gue mamanya Cakka bawa Cakka ke Spore buat oprasi penyembuhan, waktu itu dia masih 8 tahun, tapi oprasi itu ada akibatnya, akibatnya Cakka bakalan lupa setengah ingatannya, dan penyakit itu ngga akan ilang, cuman akan bertahan diem ngga bereaksi ditubuh cakka selama 6 tahun.” Gabriel menarik nafas sejenak.
“Dan dari saat itu, gue balik ke Jakarta Cakka udah lupa sama gue, untung gue masih bisa satu sekolah sama dia”: Gabriel menjalankan mobilnya ke rumah Cakka. Shilla masih terbingung
“Cakka tau ngga?” Tanya shilla walaupun itu sangat konyol
“Ngga, waktu ke spore mamanya bilangnya cakka punya penyait panas biasa, dan pas oprasi kan dia di bius lah lo tau” Gabriel tersenyum masam.
“Sabar yel” Shilla sangat mengerti keadaan sahabatnya itu.
-Rumah Cakka-
Alvin menunggu kedua sahabatnya itu, setelah melihat mobil Gabriel, Alvin membukakan gerbang.
“Vin, bantuin bawa barangnya dong” Shilla keluar dengan belanjaannya
“oiya, itu tu didalem pada kelaperan bikin apa gitu shill” kata Alvin dengan membawa tas-tas.
“enaknya bikin nasi goreng apa fussilli?” Shilla menatap keduanya.
“Fusilli” kata iel dan Alvin berbarengan.. Shilla memasuki rumah Cakka dengan semangat, melihat ketiga kedua temannya dan kedua “adiknya” yang tercinta.
Shilla memasak dengan sangat lincah, setelah selesai ia membagi makanannya itu ke 7 piring, lalu meletakkan makanannya itu di atas meja makan Cakka yang bisa memuat 8 orang. Shilla lalu membuat teh untuk masing-masing orang.
“Yang laper-yang laper” Shilla berteriak sedikit, lalu satu demi satu duduk di kursi. Shilla sendiri memakan makanannya. Shilla dan Acha membereskan sisa-sisanya. Kamar Cakka hanya sebuah kamar biasa namun terdapat beberapa kasur tambahan jadilah yang cowo tidur disana, sedangkan shillla dan Acha tidur di kamar samping kamar cakka.
-keesokan harinya-
Shilla (yang seorang wakil ketua OSIS) mendapatkan kabar dari Ketua OSIS bahwa hari ini sekolah libur karna ada masalah, beberapa anggota OSIS harus kesekolah ya hanya sebentar hanya 45 menit untuk berdiskusi tentang masalah itu. Shilla langsung mandi tanpa membangunkan siapapun. Shilla langsung memamakai baju kaos, legging, dan memakai cardigan. Karena kalau rapat seperti ini pukul 6 sudah mulai, dan sekarang masih jam setengah 6. Shilla turun kebawah dan melihat Alvin sudah bangun.
“Lah shill, kok udah mandi pake baju bebas lagi” kata Alvin bingung.
“Hari ini sekolah libur katanya ada masalah, oiya, lu OSIS juga kan? Sana lu cepet-cepet beres-beres kita harus kesekolah jam 6 seengaknya udah nyampe, biar gue masak dulu” kata Shilla panjang lebar.. Ia langsung membuat nasi goreng dan meletakkannya di atas meja, lalu meletakkan air putih dan susu. Shilla lalu memasukkan makanan untuk dirinya dan Alvin di lunchbox. Alvin turun, sempurna semuanya telah selesai, shilla mengambil tasnya memasukkan makanannnya lalu mengambil laptop dan mengambil kertas menulis bahwa ia dan Alvin harus pergi kesekolah karna ada masalah dan sekolah libur, lalu ia meletakkannya di meja.
Dengan kecepatan tinggi Alvin membawa motornya….
Setelah setengah jam disekolah akhirnya pertemuan itu selesai.
"Alvin.. ke teensworldmaga yuuu…" Shillla menghampiri sahabatnya.
"Bole-bole, lu bawa laptop kan?' Alvin langsung menstarter motornya"
"bawaa.. udeh tenang aje"
"yaudah sono naik" kata Alvin yang sudah duduk dimotor cagiva miliknya.
Teensworldmaga tempat produksinya ada di sekitar pondok Indah, dan memerlukan sekitar 30 menit dari sekolah mereka. Setelah sampai di tempat produksi Shilla termenung.
"Vin, gue minta persetujuan lo dulu nih, gue masuk ngga nih" tanya shillla
"Masuk lah, ayo shilla ayo shilla" kata Alvin sambil menyemangati shilla.
"Thanks vin" Shilla memasuki gedung itu.
"Misi mba," kata shilla lembut ke seorang resepsionis.
"iya, mo bertemu siapa?"
"bu winda bisa?" kata shilla tersenyum
"sebentar ya" sang reseptionis mengambil telefon dan berbicara sebentar.
"permisi, nama anda siapa ya?" tanya sang reseptionis sopan.
"Ashilla" kata Shilla.
"anda sudah ditunggu, silahkan ke lantai 9, office blue" kata receptionis,
Shilla mengangguk pelan lulu berjalan ke lift, setelah mask lift ia menekan tombol 9, shilla mencoba untuk santai sedikit. lift telah berhenti di lantai 9 shilla langsung mencari ruang 'blue'. setelah mencari ia menemukan sebuah ruangan yang bernuansa biru.
"permisi" shilla mengetuk pintu ruangan itu.
"silahkan masuk" shilla langsung membuka pintu, ia melihat seorang wanita cantik.
"bu winda?" shilla tercengang.
"panggil kak winda saja, saya masih 20 tahun, kamu pasti ashilla kan? blogger itu" kata wanita itu
"iya kak, jadi saya menerima tawaran kaka, apa yang harus saya lakukan kak?"
"kamu hanya perlu menulis tentang sebuah artikel tentang tema yang sudah didiskusikan, lalu send itu ke email saya, hanya itu. kamu tak perlu datang kesini, hanya memberi lewat email saja."
"ooo… kalau gitu kapan saya bisa mulai menulis?"
"untuk edisi bulan depan, temanya jepang, kamu menulis artikel tentang baju tradisional, anime dan sekolahnya."
"kapan paling lambat saya kirim?"
"tanggal 28 ini"
"terimakasih oak," shill berdiri
"tunggu, ini kartumu jadi kalo mau masuk tinggal tunjukin ini" kata kak winda dengan memberikan sebuah kartu berwarna biru.
"makasih kak," shilla langsung keluar dari ruangan itu dan pulang bersama alvin...
_____
bersambung~
sory banget lamaa internet baru nyala hehe… nah untuk membaya kesalahan aku ini, aku bakal post sekitar 2 cerita yang udh aku buat dari sebelum the story of my life dibuat soo….. just wait :D
maaf kalo ada salah kata, ngga nyambung atau jelek
-tsamaranadira-
Minggu, 22 Januari 2012
heeeyyy
halooo all.... sorry bust keterlambatannya atas 'The story of my life part2' soalnya internetnya aja baru nyalaaa..
nahh dari post yang ini.. cuman mo bilang kalo aku pindah blog ._.v ke : chocotellabubblegum.blogspot.com semua cerpen+cerbung bakalan di post disana =)) thanks alll
-tsamaranadira-
nahh dari post yang ini.. cuman mo bilang kalo aku pindah blog ._.v ke : chocotellabubblegum.blogspot.com semua cerpen+cerbung bakalan di post disana =)) thanks alll
-tsamaranadira-
Selasa, 13 Desember 2011
The story of my life =) part 1
The story of my life =)
Ashilla terus menatap ke laptop Mac kesayangannya, ia masih melanjutkan kesehariannya yaitu mengisi blognya dengan tulisan-tulisannya dan mengedit foto. Setelah mengepost ceritanya hari ini shilla melempar dirinya ke kasur dan mengambil bb nya. Ia masih berfikir tentang tawaran yang diberikan oleh salah satu pengikut blognya. Ia ditawari untuk menjadi seorang writer and editor untuk majah teens world. Majalah ini adalah sebuah majalah yang sangat terkenal diseluruh dunia, isinya adalah cerita-cerita dan photo-photo yang dibuat oleh anak remaja diseluruh dunia. Shilla menginginkan pekerjaan ini dari dulu, setidaknya untuk mengisi waktu luang yang ia punya.
Setelah lama berfikir ia beranjak dari tempat tidurnya lalu mengambil jaketnya. Ia turun kebawah dan menganbil sepeda fixie kesayangnnya. Dengan cepatnya ia melaju kesebuah taman tersembunyi yang ada didekat kompleknya. Ia mengambil bola basket dari semak-semak, ia memantulkan bolanya, Shilla memang serang gadis cantik yang menyukai fashion namun sifat tomboynya tak dapat dilepas darinya. Ia memang bukan seorang yang ahli dalam memainkan bola merah yang berisi angin ini (LOL!), setelah lelah bermain ia pergi ke taman yang lebih terbuka, tepatnya sekitar 3 rumah setelah taman ‘miliknya’. Ia melihat tukang es.. ia memberhentikan sepedanya dan meletakkannya asal, lalu memberli es krim coklat kesukaannya.
Dengan perhalan ia duduk disamping sepedanya lalu memakan es krimnya.. memikirkan tentang semua masalanya. Masalahnya tidak hanya tentang pekerjaan yang menggiurkan itu, namun tenang persahabatan dan nilai-nilai sekolahnya.Shilla mempunyai sebuah geng yang ia buat bersama 2 temannya yang kaya, satu bernama Angel, ia adalah seorang anak dari penyanyi terkenal, dan Pricilla, ia adalah seorang anak pejabat. Mereka bertiga dipertemukan dikelas 7 yang lalu, mereka sekelas dan ketertarikan mereka akan musik. Shilla dan Pricill sangat dekat sebelum mereka bergabung dalam geng ini, namun shilla dan Angel adalah musuh bebuyutan bisa dibilang. Ia masih larut akan ingatan-ingatannya bersama kedua sahabatnya namun ia masih merasakan asamnya saat ia tau bahwa mereka bedua suka mengejeknya dari belakang. Berunguntung ia mempunya beberapa sahabat laki-laki yang benar-benar peduli akan dirinya, 4 sahabat lelakinya itu adalah seorang yang ia kagumi sejak dahulu, dan karna mereka Shilla menyukai olahraga Basket ketimbang sepak bola.
Shilla lalu membuang plastik esnya dan beranjak pulang dengan sepeda fixie biru kesayangannya. Ia berlari keatas dan mandi, setelah itu ia membuka buku pejarannya dan belajar. Walaupun hari ini hari Minggu ia tetap belajar setidaknya untuk mempersiapkannya UN nanti. Setelah mengerjakan 1 paket soal ia membuka macnya dan melihat bahwa keempat sobat lelakinya itu sedang chat bersama di sebuah website rahasia. Dengan cepatnya ia menyapa sahabat-sahabatnya. Tiba-tiba BBnya bergetar. Terlihat bahwa sahabat Internetnya (yang ia belum pernah bertemu sama sekali) ingin bercerita. Dengan hobinya berselancar di dunia maya, ia mempunyai 2 sahabat perempuan yang sangat dekat dengannya yaitu ify dan Febby. Mereka berdua sangat-sangatlah baik, walaupun bisa dibilang mereka hanya orang biasa, ya memang berbeda dengan shilla yang seorang anak pengusaha ternama di Indonesia. Setelah curhat-curhat ria terhadap kedua sahabat internetnya dan bertwa-tawa ria dengan sahabat-sahabat lelakinya ia membuat makanan kesukaannya yaotu, cheese fusilli, sebuah pasta yang sangat mudah dibuat tapi sangat enak. Shilla adalah anak tunggal ayah dan ibunya bekerja diluar negri, namun setiap seminggu sekali pasti pulang, ia mempunyai pembantu, namun ia sudah dibiasakan mandiri jadi tak merepotkan pembantunya. Ia memakan lahap pastanya itu, lalutertidur dikamarnya karna waktu sudah menujukkan jam 10 malam.
Dengan cepatnya Shilla membereskan buku-bukunya lalu makan dibawah, ia cepat-cepat menaiki mobil BMWnya yang dikemudikan oleh supir kepercayaan keluarganya. Sekolah Shilla adalah sekolah international dan elite di Jakarta. Bisa dimaklumi bahwa biaya yang harus dibayar orangtuanya memang tidak sedikit. Sekolahnya masuk pukul 7:30 dan pulang jam 2:45 setiap hari. Saat ini masih pukul 6:30 namun mobil Shilla sudah berada didekat Sekolahnya itu.
Shilla langsung merapikan rambutnya dan memasang jepit kecil. Setelah mobilnya berhenti di ‘lobi’ sekolahnya shilla turun dengan membawa tas selempangnya dan laptopnya. Ia berjalan melewati kantin, dan tempat main anak-anak SD. Ia memasuki gedung SMP yang telah 3 tahun ia tempati, ia langsung memasukkan tasnya kedalam loker yang sudah tersedia, dengan membawa laptopnya shilla mengunci lokernya dan pergi ke taman kecil yang ada di sekolahnya. Ia duduk disalah satu tempat duduk panjang, menuliskan semua ceritanya selama ini, yang pahit maupun yang manis, seketika ada yang memegang pundaknya. Shilla langsung menghadap ke belakang.
“Eh Alvin, napa vin?”shilla langsung menutup laptopnya.
“Ngga.. gue bosen aja, yang lain belom dateng shill?” Alvin duduk disamping shilla.
“Belomlah, eh mo main ngga? Gue temenin nih” Shilla menawarkan
“Boleh-boleh, ayo gue tunggu dilapangan ya” Alvin langsung beranjak dari tempatnya dan berlari ke lapangan basket. Shilla kembali ke lokernya mengembalikan laptopnya, lalu mengambil satu plastik berisi beberapa minuman. Lalu berlari sepanjang lorong, dan duduk dipinggir lapangan. Shilla hanya menatap permainan Alvin pagi ini.
“Hei shil, vin” kata seorang pemuda tinggi hitam manis, dengan meletakkan tasny di samping shilla.
“Cieee Mario udh dateng, biasanya telat mba” kata shilla menertawakan temannya itu. Rio hanya tersnyum menanggapi Shilla lalu bermain dengan Alvin.
Shilla masih terdiam dengan menatap gerombolan cewek di samping kirinya yang bergossip ria.
“Sabar shill,” seorang lelaki yang sama tinggi dengannya duduk disampingnya. Shilla menoleh kesamping kanannya.
“Sip, thanks ka, ngga main lu?” Shilla kembali memasang senyumannya, separuh dari senyumannya adalah senyuman terpaksa namun, separuhnya senyuman tulus untuk sahabatnya.
“ini baru main, eh minuman gue manaaa gue aus nih shill” Cakka berdiri. Shilla langsung mengeluarkan pocari kesukaan sahabatnya itu
“Biasanya juga lu main dulu mba, baru minum” Shilla melempar minuman itu. Cakka hanya tersenyum masam, ia memang tampak berbeda saat ini, setelah meneguk satu kaleng pocari, cakka berlari mengikuti permainan Alvin dan Rio.
Segrombolan cewek yang ada di samping dirinya berdiri, diantara 5 cewek disana ada 2 EXbestfriend nya, yaa… Pricill dan Angel. Dengan liciknya kelima cewek itu, mengejek shilla keras.
“ah.. gaul cuman ama cowo lo! Pantes pake baju aja ngga stylish” kata kelima cewek itu. Shilla hanya menunduk.
“Apaan nih, beraninya cuman ama cewek,” Seorang cowo datang dan membentak kelima cewe itu keras.
“ooo ada superhero lo shill? Payah” Shilla menunduk kesal, ia mencoba bersabar menghadapi cewek-cewek ini. Gabriel lelaki yang baru saja datang tadi membela dirinya, memberi kode untuk ketiga sahabat lainnya untuk membantu Shilla. Segrombolan perempuan tadi sudah berjalan menjauh dari mereka. Cakka, Alvin, Rio dan Gabriel masih menatap Shilla.
“Lu ngga papa kan shill?” Kata Rio lembut
“Ngga, udh kalian main aja lagi” kata shilla walaupun masih menunduk.
“ Shill, gue tau kok lu nangis, udah jangan nangis dong” Cakka mengusap rambut shilla.
“Gue emang ngga kaya mereka” Shilla mengambil sapu tangan dari kantong roknya, lalu mengusap beberapa butiran air mata yang ia coba tahan. Ia tersenyum menatap ke empat sahabatnya itu.
“Gue tuh beruntung banget ya punya sahabat kaya kalian” Kata shilla tersenyum lebar melihat keempat sahabatnya.
_%(($#^*%^*$*^$
-pulang sekolah-
“Shillongg” Panggil Gabriel dari lokernya.
“Kenapa yel?” Shilla tersenyum kecil mendengar panggilan sahabatnya.
“lu bisa jalan ngga? Gue bosen nih” Kata iel
“Sorry, gue ngga bisa kan lu tau gue ada BIMBALEE”
“ah iyaa.. lu sibuk banget sih..” kata Rio menyelonong.
“Siapa suruh lo bedua kagak ikut UN” kata Cakka yang sudah ada berada di samping Shilla, Sekolah Shilla yang bertaraf international menyediakan pilihan pada muridnya untuk mengikuti UN atau tidak.
“Eh iya shill, lu ambil kerjaan di Teensworld kgk?”kata Alvin seraya mengambil bola.
“Ngga tau, kayaknya sih iya, eh vin lu temenin gue kesono ya lusa” Shilla membereskan barang-barangnya.
“Boleh-boleh” Alvin tersenyum
“Yey… thanks vin, Dadahhh semuaaa” Shilla menarik Cakka, karna Shilla dan Cakka mengikuti bimbel yang sama dan Shilla menebeng Cakka pergi kesana.
Bersambunggg
AKHIRNYAAA ‘:| Selesai juga part satu dengan sekitar 1000 kata lebih..
Cerita ini 1/2nya cerita asli dari sang penulis sendiri, kecuali bagian sahabatan dengan keempat cowo Populer :p. Sekolah international kaya Shilla emg ada beneran bahkan penulisnya juga sekolah disana B)…
Maaf kalo ada salah kata, atau jelek
Part selanjutnyaaaaa.. kira-kira 3 hari lagi SEEE YAA
-tsamaranadira-
Ashilla terus menatap ke laptop Mac kesayangannya, ia masih melanjutkan kesehariannya yaitu mengisi blognya dengan tulisan-tulisannya dan mengedit foto. Setelah mengepost ceritanya hari ini shilla melempar dirinya ke kasur dan mengambil bb nya. Ia masih berfikir tentang tawaran yang diberikan oleh salah satu pengikut blognya. Ia ditawari untuk menjadi seorang writer and editor untuk majah teens world. Majalah ini adalah sebuah majalah yang sangat terkenal diseluruh dunia, isinya adalah cerita-cerita dan photo-photo yang dibuat oleh anak remaja diseluruh dunia. Shilla menginginkan pekerjaan ini dari dulu, setidaknya untuk mengisi waktu luang yang ia punya.
Setelah lama berfikir ia beranjak dari tempat tidurnya lalu mengambil jaketnya. Ia turun kebawah dan menganbil sepeda fixie kesayangnnya. Dengan cepatnya ia melaju kesebuah taman tersembunyi yang ada didekat kompleknya. Ia mengambil bola basket dari semak-semak, ia memantulkan bolanya, Shilla memang serang gadis cantik yang menyukai fashion namun sifat tomboynya tak dapat dilepas darinya. Ia memang bukan seorang yang ahli dalam memainkan bola merah yang berisi angin ini (LOL!), setelah lelah bermain ia pergi ke taman yang lebih terbuka, tepatnya sekitar 3 rumah setelah taman ‘miliknya’. Ia melihat tukang es.. ia memberhentikan sepedanya dan meletakkannya asal, lalu memberli es krim coklat kesukaannya.
Dengan perhalan ia duduk disamping sepedanya lalu memakan es krimnya.. memikirkan tentang semua masalanya. Masalahnya tidak hanya tentang pekerjaan yang menggiurkan itu, namun tenang persahabatan dan nilai-nilai sekolahnya.Shilla mempunyai sebuah geng yang ia buat bersama 2 temannya yang kaya, satu bernama Angel, ia adalah seorang anak dari penyanyi terkenal, dan Pricilla, ia adalah seorang anak pejabat. Mereka bertiga dipertemukan dikelas 7 yang lalu, mereka sekelas dan ketertarikan mereka akan musik. Shilla dan Pricill sangat dekat sebelum mereka bergabung dalam geng ini, namun shilla dan Angel adalah musuh bebuyutan bisa dibilang. Ia masih larut akan ingatan-ingatannya bersama kedua sahabatnya namun ia masih merasakan asamnya saat ia tau bahwa mereka bedua suka mengejeknya dari belakang. Berunguntung ia mempunya beberapa sahabat laki-laki yang benar-benar peduli akan dirinya, 4 sahabat lelakinya itu adalah seorang yang ia kagumi sejak dahulu, dan karna mereka Shilla menyukai olahraga Basket ketimbang sepak bola.
Shilla lalu membuang plastik esnya dan beranjak pulang dengan sepeda fixie biru kesayangannya. Ia berlari keatas dan mandi, setelah itu ia membuka buku pejarannya dan belajar. Walaupun hari ini hari Minggu ia tetap belajar setidaknya untuk mempersiapkannya UN nanti. Setelah mengerjakan 1 paket soal ia membuka macnya dan melihat bahwa keempat sobat lelakinya itu sedang chat bersama di sebuah website rahasia. Dengan cepatnya ia menyapa sahabat-sahabatnya. Tiba-tiba BBnya bergetar. Terlihat bahwa sahabat Internetnya (yang ia belum pernah bertemu sama sekali) ingin bercerita. Dengan hobinya berselancar di dunia maya, ia mempunyai 2 sahabat perempuan yang sangat dekat dengannya yaitu ify dan Febby. Mereka berdua sangat-sangatlah baik, walaupun bisa dibilang mereka hanya orang biasa, ya memang berbeda dengan shilla yang seorang anak pengusaha ternama di Indonesia. Setelah curhat-curhat ria terhadap kedua sahabat internetnya dan bertwa-tawa ria dengan sahabat-sahabat lelakinya ia membuat makanan kesukaannya yaotu, cheese fusilli, sebuah pasta yang sangat mudah dibuat tapi sangat enak. Shilla adalah anak tunggal ayah dan ibunya bekerja diluar negri, namun setiap seminggu sekali pasti pulang, ia mempunyai pembantu, namun ia sudah dibiasakan mandiri jadi tak merepotkan pembantunya. Ia memakan lahap pastanya itu, lalutertidur dikamarnya karna waktu sudah menujukkan jam 10 malam.
Dengan cepatnya Shilla membereskan buku-bukunya lalu makan dibawah, ia cepat-cepat menaiki mobil BMWnya yang dikemudikan oleh supir kepercayaan keluarganya. Sekolah Shilla adalah sekolah international dan elite di Jakarta. Bisa dimaklumi bahwa biaya yang harus dibayar orangtuanya memang tidak sedikit. Sekolahnya masuk pukul 7:30 dan pulang jam 2:45 setiap hari. Saat ini masih pukul 6:30 namun mobil Shilla sudah berada didekat Sekolahnya itu.
Shilla langsung merapikan rambutnya dan memasang jepit kecil. Setelah mobilnya berhenti di ‘lobi’ sekolahnya shilla turun dengan membawa tas selempangnya dan laptopnya. Ia berjalan melewati kantin, dan tempat main anak-anak SD. Ia memasuki gedung SMP yang telah 3 tahun ia tempati, ia langsung memasukkan tasnya kedalam loker yang sudah tersedia, dengan membawa laptopnya shilla mengunci lokernya dan pergi ke taman kecil yang ada di sekolahnya. Ia duduk disalah satu tempat duduk panjang, menuliskan semua ceritanya selama ini, yang pahit maupun yang manis, seketika ada yang memegang pundaknya. Shilla langsung menghadap ke belakang.
“Eh Alvin, napa vin?”shilla langsung menutup laptopnya.
“Ngga.. gue bosen aja, yang lain belom dateng shill?” Alvin duduk disamping shilla.
“Belomlah, eh mo main ngga? Gue temenin nih” Shilla menawarkan
“Boleh-boleh, ayo gue tunggu dilapangan ya” Alvin langsung beranjak dari tempatnya dan berlari ke lapangan basket. Shilla kembali ke lokernya mengembalikan laptopnya, lalu mengambil satu plastik berisi beberapa minuman. Lalu berlari sepanjang lorong, dan duduk dipinggir lapangan. Shilla hanya menatap permainan Alvin pagi ini.
“Hei shil, vin” kata seorang pemuda tinggi hitam manis, dengan meletakkan tasny di samping shilla.
“Cieee Mario udh dateng, biasanya telat mba” kata shilla menertawakan temannya itu. Rio hanya tersnyum menanggapi Shilla lalu bermain dengan Alvin.
Shilla masih terdiam dengan menatap gerombolan cewek di samping kirinya yang bergossip ria.
“Sabar shill,” seorang lelaki yang sama tinggi dengannya duduk disampingnya. Shilla menoleh kesamping kanannya.
“Sip, thanks ka, ngga main lu?” Shilla kembali memasang senyumannya, separuh dari senyumannya adalah senyuman terpaksa namun, separuhnya senyuman tulus untuk sahabatnya.
“ini baru main, eh minuman gue manaaa gue aus nih shill” Cakka berdiri. Shilla langsung mengeluarkan pocari kesukaan sahabatnya itu
“Biasanya juga lu main dulu mba, baru minum” Shilla melempar minuman itu. Cakka hanya tersenyum masam, ia memang tampak berbeda saat ini, setelah meneguk satu kaleng pocari, cakka berlari mengikuti permainan Alvin dan Rio.
Segrombolan cewek yang ada di samping dirinya berdiri, diantara 5 cewek disana ada 2 EXbestfriend nya, yaa… Pricill dan Angel. Dengan liciknya kelima cewek itu, mengejek shilla keras.
“ah.. gaul cuman ama cowo lo! Pantes pake baju aja ngga stylish” kata kelima cewek itu. Shilla hanya menunduk.
“Apaan nih, beraninya cuman ama cewek,” Seorang cowo datang dan membentak kelima cewe itu keras.
“ooo ada superhero lo shill? Payah” Shilla menunduk kesal, ia mencoba bersabar menghadapi cewek-cewek ini. Gabriel lelaki yang baru saja datang tadi membela dirinya, memberi kode untuk ketiga sahabat lainnya untuk membantu Shilla. Segrombolan perempuan tadi sudah berjalan menjauh dari mereka. Cakka, Alvin, Rio dan Gabriel masih menatap Shilla.
“Lu ngga papa kan shill?” Kata Rio lembut
“Ngga, udh kalian main aja lagi” kata shilla walaupun masih menunduk.
“ Shill, gue tau kok lu nangis, udah jangan nangis dong” Cakka mengusap rambut shilla.
“Gue emang ngga kaya mereka” Shilla mengambil sapu tangan dari kantong roknya, lalu mengusap beberapa butiran air mata yang ia coba tahan. Ia tersenyum menatap ke empat sahabatnya itu.
“Gue tuh beruntung banget ya punya sahabat kaya kalian” Kata shilla tersenyum lebar melihat keempat sahabatnya.
_%(($#^*%^*$*^$
-pulang sekolah-
“Shillongg” Panggil Gabriel dari lokernya.
“Kenapa yel?” Shilla tersenyum kecil mendengar panggilan sahabatnya.
“lu bisa jalan ngga? Gue bosen nih” Kata iel
“Sorry, gue ngga bisa kan lu tau gue ada BIMBALEE”
“ah iyaa.. lu sibuk banget sih..” kata Rio menyelonong.
“Siapa suruh lo bedua kagak ikut UN” kata Cakka yang sudah ada berada di samping Shilla, Sekolah Shilla yang bertaraf international menyediakan pilihan pada muridnya untuk mengikuti UN atau tidak.
“Eh iya shill, lu ambil kerjaan di Teensworld kgk?”kata Alvin seraya mengambil bola.
“Ngga tau, kayaknya sih iya, eh vin lu temenin gue kesono ya lusa” Shilla membereskan barang-barangnya.
“Boleh-boleh” Alvin tersenyum
“Yey… thanks vin, Dadahhh semuaaa” Shilla menarik Cakka, karna Shilla dan Cakka mengikuti bimbel yang sama dan Shilla menebeng Cakka pergi kesana.
Bersambunggg
AKHIRNYAAA ‘:| Selesai juga part satu dengan sekitar 1000 kata lebih..
Cerita ini 1/2nya cerita asli dari sang penulis sendiri, kecuali bagian sahabatan dengan keempat cowo Populer :p. Sekolah international kaya Shilla emg ada beneran bahkan penulisnya juga sekolah disana B)…
Maaf kalo ada salah kata, atau jelek
Part selanjutnyaaaaa.. kira-kira 3 hari lagi SEEE YAA
-tsamaranadira-
Kamis, 21 Juli 2011
Smile, smile and smile
i've been this far! I'm already 11 years old, for me it's a good start for a girl. I wish in 11 years i been in the world, i did make some people smile! it's very important for me, cause i want i'll be the one that gave you all smile and spirit, give you all the confidence and know that you have to do all maximum, and try the best. I want to be the sun that always give you smile and spirit for doing all the things that you'll do. I want to be the stars at night, to keep you sleep in the dark. i want to be the rain, because rain is the only thing that can make a beautiful rainbow. I want to be all the things that can make you smile. Keep your smile and enjoy what your doing right now!
From: Tsamara NR! -keep smiling for the better world =D-
From: Tsamara NR! -keep smiling for the better world =D-
Selasa, 12 Juli 2011
Taylor Swift Quotes
"People haven't always been there for me but music always has."-Taylor Swift
"When I was a little girl I used to read fairy tales. In fairy tales you meet Prince Charming and he's everything you ever wanted. In fairy tales the bad guy is very easy to spot. The bad guy is always wearing a black cape so you always know who he is. Then you grow up and you realize that Prince Charming is not as easy to find as you thought. You realize the bad guy is not wearing a black cape and he's not easy to spot; he's really funny, and he makes you laugh, and he has perfect hair." — Taylor Swift
"To me, Fearless is not the absense of fear. It's not being completely unafraid. To me, Fearless is having fears. Fearless is having doubts. Lots of them. To me, Fearless is living in spite of those things that scare you to death." — Taylor Swift
"This is a new year. A new beginning. And things will change." — Taylor Swift
"Your lucky enough to be different, never change" — Taylor Swift
"I never want to change so much that people can't recognize me." — Taylor Swift
"Everybody has that point in their life where you hit a crossroads and you've had a bunch of bad days and there's different ways you can deal with it and the way I dealt with it was I just turned completely to music." — Taylor Swift
"Everytime you smile, I smile. And everytime you shine, I'll shine for you." — Taylor Swift
"To me, “FEARLESS” is not the absence of fear. It’s not being completely unafraid. To me, FEARLESS is having fears. FEARLESS is having doubts. Lots of them. To me, FEARLESS is living in spite of those things that scare you to death. FEARLESS is falling madly in love again, even though you’ve been hurt before. FEARLESS is walking into your freshmen year of high school at fifteen. FEARLESS is getting back up and fighting for what you want over and over again… even though every time you’ve tried before, you’ve lost. It’s FEARLESS to have faith that someday things will change. FEARLESS is having the courage to say goodbye to someone who only hurts you, even if you can’t breathe without them. I think it’s FEARLESS to fall for your best friend, even though he’s in love with someone else. And when someone apologizes to you enough times for things they’ll never stop doing, I think it’s FEARLESS to stop believing them. It’s FEARLESS to say “you’re NOT sorry”, and walk away. I think loving someone despite what people think is FEARLESS. I think allowing yourself to cry on the bathroom floor is FEARLESS. Letting go is FEARLESS. Then, moving on and being alright…That’sFEARLESS too. But no matter what love throws at you, you have to believe in it. You have to believe in love stories and prince charmings and happily ever after. That’s why I write these songs. Because I think love is FEARLESS." — Taylor Swift
"I’m intimidated by the fear of being average." — Taylor Swift
"The lesson I've learned the most often in life is that you're always going to know more in the future than you know now."
— Taylor Swift
"There's more to life than dating the boy on the football team." — Taylor Swift
"No matter what happens in life, be good to people. Being good to people is a wonderful legacy to leave behind." — Taylor Swift
"If you asked me if I loved him, I'd lie. " — Taylor Swift
"And when someone apologizes to you enough times for things they'll never stop doing, I think it's FEARLESS to stop belieiving them. It's FEARLESS to say "you're NOT sorry" and walk away." — Taylor Swift
"You can write a book on how to ruin someone’s perfect day." — Taylor Swift
"Being FEARLESS isn't being 100% Not FEARFUL, it's being terrified but you jump anyway..." — Taylor Swift
"The only one who's got enough of me to break my heart." — Taylor Swift
"The way you walk, way you talk, way you say my name; it's beautiful, wonderful, don't you ever change." — Taylor Swift
"It's hard to fight when the fight ain't fair." — Taylor Swift
"giving up doesn't always mean your weak sometimes your just strong enough to let go" — Taylor Swift
And more (via:http://www.goodreads.com/author/quotes/1036517.Taylor_Swift)
Swifties quotes:
BE FEARLESS AND SPEAK NOW!
"When I was a little girl I used to read fairy tales. In fairy tales you meet Prince Charming and he's everything you ever wanted. In fairy tales the bad guy is very easy to spot. The bad guy is always wearing a black cape so you always know who he is. Then you grow up and you realize that Prince Charming is not as easy to find as you thought. You realize the bad guy is not wearing a black cape and he's not easy to spot; he's really funny, and he makes you laugh, and he has perfect hair." — Taylor Swift
"To me, Fearless is not the absense of fear. It's not being completely unafraid. To me, Fearless is having fears. Fearless is having doubts. Lots of them. To me, Fearless is living in spite of those things that scare you to death." — Taylor Swift
"This is a new year. A new beginning. And things will change." — Taylor Swift
"Your lucky enough to be different, never change" — Taylor Swift
"I never want to change so much that people can't recognize me." — Taylor Swift
"Everybody has that point in their life where you hit a crossroads and you've had a bunch of bad days and there's different ways you can deal with it and the way I dealt with it was I just turned completely to music." — Taylor Swift
"Everytime you smile, I smile. And everytime you shine, I'll shine for you." — Taylor Swift
"To me, “FEARLESS” is not the absence of fear. It’s not being completely unafraid. To me, FEARLESS is having fears. FEARLESS is having doubts. Lots of them. To me, FEARLESS is living in spite of those things that scare you to death. FEARLESS is falling madly in love again, even though you’ve been hurt before. FEARLESS is walking into your freshmen year of high school at fifteen. FEARLESS is getting back up and fighting for what you want over and over again… even though every time you’ve tried before, you’ve lost. It’s FEARLESS to have faith that someday things will change. FEARLESS is having the courage to say goodbye to someone who only hurts you, even if you can’t breathe without them. I think it’s FEARLESS to fall for your best friend, even though he’s in love with someone else. And when someone apologizes to you enough times for things they’ll never stop doing, I think it’s FEARLESS to stop believing them. It’s FEARLESS to say “you’re NOT sorry”, and walk away. I think loving someone despite what people think is FEARLESS. I think allowing yourself to cry on the bathroom floor is FEARLESS. Letting go is FEARLESS. Then, moving on and being alright…That’sFEARLESS too. But no matter what love throws at you, you have to believe in it. You have to believe in love stories and prince charmings and happily ever after. That’s why I write these songs. Because I think love is FEARLESS." — Taylor Swift
"I’m intimidated by the fear of being average." — Taylor Swift
"The lesson I've learned the most often in life is that you're always going to know more in the future than you know now."
— Taylor Swift
"There's more to life than dating the boy on the football team." — Taylor Swift
"No matter what happens in life, be good to people. Being good to people is a wonderful legacy to leave behind." — Taylor Swift
"If you asked me if I loved him, I'd lie. " — Taylor Swift
"And when someone apologizes to you enough times for things they'll never stop doing, I think it's FEARLESS to stop belieiving them. It's FEARLESS to say "you're NOT sorry" and walk away." — Taylor Swift
"You can write a book on how to ruin someone’s perfect day." — Taylor Swift
"Being FEARLESS isn't being 100% Not FEARFUL, it's being terrified but you jump anyway..." — Taylor Swift
"The only one who's got enough of me to break my heart." — Taylor Swift
"The way you walk, way you talk, way you say my name; it's beautiful, wonderful, don't you ever change." — Taylor Swift
"It's hard to fight when the fight ain't fair." — Taylor Swift
"giving up doesn't always mean your weak sometimes your just strong enough to let go" — Taylor Swift
And more (via:http://www.goodreads.com/author/quotes/1036517.Taylor_Swift)
Swifties quotes:
BE FEARLESS AND SPEAK NOW!
Langganan:
Komentar (Atom)
