Powered By Blogger

Selasa, 20 Maret 2012

waiting outside the lines

Waiting outside the lines
Sambil dengerin lagunya greyson chance yang waiting out side the lines pasti tambah deh feelnya ;)
----
Kata-kata itu terngiang terus menerus dikepalaku. Mengapa, mengapa aku tak bisa sebaik dulu, mengapa aku berubah menjadi seseorang yang buruk mengapa. Lebih tepatnya bukan mengapa aku yang berubah, namun mengapa hidupku berubah. Menjadi sebuah tempat yang hitam dan kelam, menjadi sebuah tempat penuh dengan darah, kesakitan dan jeritan mengapa. Kalau ada yang bisa menjelaskannya kepadaku, tolong jelaskan lah, jelaskanlah! Aku bukannya tidak berterima kasih, bukan juga ingin mengomentari hidupku yang tidak terpenuhi oleh kebaikan lagi, aku hanya ingin mencari jalan benar, hanya itu, sebuah jalan lurus dimanaku bisa menjadi diriku, bukan menjadi seorang yang selalu menyalahkan keadaan, bukan seorang yang seperti itu. Tuhan! Tolong aku, mungkin kau bosan mendengarnya, bosan mendengar aku selalu mengeluh akan keadaanku, walaupun ku tau bahwa banyak yang lebih membutuhkanmu dari padaku, aku tau itu, namun sekali ini saja, dengarkan aku, dengarkan kisahku, yang mungkin tidak akan pernah kau mendekatinya, atau sekedar melihat kertas hitam dengan penuh darah ini. Jujur, aku lelah, aku lelah akan semuanya lelah akan air mata yang ku keluarkan, lelah akan teriakan yang aku paksakan, lelah akan senyum yang terpaksa, akan raut wajah yang senang, lelah akan topeng ini. Air mataku telah beku, tak bisa keluar karna terlalu sering aku memaksanya, suaraku telah habis, telah ku buang sia-sia, senyumku sudah lenyap, sudah tertutupi oleh beribu kata-kata yang mampu membuatku jatuh, raut wajahku juga sudah berubah menjadi sebuah raut wajah yang semu, yang terlihat seperti seorang yang ingin ajal menjeputnya. Tuhan, adakah sesorang yang bisa membantuku, bisakah kau memberikan seorang malaikat yang dapat menanganiku, dapat mengusap setiap tetes air mataku, membuat aku belajar kembali berbicara dengan lembut, membuat senyumku tulus dari hati, dapat membuka semua topengku, tolong. Aku takut, aku takut bila aku terus melanjutkan ini semua aku menjadi seorang yang memperanguhi orang lain untuk mengikuti jejakku ini, mengikuti jejak hitam penuh darah.Aku tak mau lagi diserang oleh kata-kata yang tajam ini, aku tak mau. Tuhan, bisakah kau mengangkatku bersamamu, melihat orang-orang yang ku sayang sekali lagi saja, lalu ambil aku, dan biarkan mereka tersenyum tanpaku, aku tau aku bukanlah seseorang yang spesial bagi mereka, namun mereka sangatlah berharga bagiku, malah kalau aku bisa memilih aku tak ingin mengenal mereka, mereka terlalu hebat untukku, aku tak pantas bersama mereka. Tuhan aku meminta untuk terakhir kali, bahagiakan mereka dan biarkan aku terpuruk, buatlah mereka melupakan aku.
--
Aku masih mencoba bertahan di tengah hujan ini memutuskan untuk merasakan dinginnya air hujan.
“hujan peluk aku, aku ingin bersamamu” tak perduli orang-orang melihatku, satu yang ku tunggu untuk melihat pelangi dan pergi bersamanya, melewati 7 lapisan langit dengan senyum yang tulus dari hatiku, tolong bawa aku bersamamu.
“tin tinnnn” sebuah klakson nyaring terdengar di kupingku, aku terlempar jauh dan merasakan tubuhku melayang, terima kasih tuhan, untuk semua kisah ini, semua yang pernah ku alami.
-tsamaranadira-
aauuu sebenernya ini cuman 2 lembar cerita yang menjadi inti disemua cerpen yang bakalan aku post, ya gituuu.. yang tadi baca nangis kita samaan dong, aku bikinnya sambil nangis sampe ada yang kena laptop hehe, yang ngga, bertahan ya ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar